Migrant Bisa


Blitar,MigrantBisa  – Seorang pria lanjut usia dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di perlintasan rel KM 112+6/7, wilayah Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (9/1/2026) pagi.


Korban berinisial LS (82), warga setempat. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat Kereta Api Matarmaja nomor 269 melintas dari arah timur menuju barat.


Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, IPTU Putut Siswahyudi, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban sebelumnya terlihat berada di sekitar perlintasan rel kereta api.


“Saksi yang merupakan penjaga palang pintu mengetahui korban berada di dekat perlintasan. Saat kereta melintas, korban tiba-tiba berada di jalur rel hingga akhirnya tertabrak,” jelas IPTU Putut.


Petugas jaga perlintasan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Stasiun Garum dan Polsek Garum. Aparat kepolisian bersama Unit Inafis Polres Blitar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).



Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan visum et repertum (VER). Polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi, berupa alat bantu jalan dan alas kaki.


Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui dalam beberapa waktu terakhir diduga memiliki masalah pribadi yang cukup membebani pikiran. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.


“Kami masih mendalami keterangan saksi-saksi dan keluarga korban. Dugaan sementara mengarah pada kecelakaan yang kemungkinan dipengaruhi kondisi psikologis korban,” tambah IPTU Putut.


Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api, serta segera melapor apabila melihat kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan diri maupun orang lain.(bd)

Lansia di Garum Blitar Meninggal Tertabrak KA Matarmaja di Perlintasan Rel


Jakarta,MigrantBisa  – Kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) semakin brutal. Sindikat penempatan ilegal kini menggunakan surat pernyataan bermuatan ancaman hukum sebagai alat untuk menyandera calon PMI dan keluarganya agar tunduk pada praktik penempatan non-prosedural.


Surat yang kerap diberi judul Surat Izin Suami atau Wali itu pada kenyataannya bukan sekadar administrasi, melainkan instrumen intimidasi. Di dalamnya tercantum klausul yang memaksa keluarga menyetujui keberangkatan PMI ke negara tujuan yang masih berstatus moratorium, sekaligus melepas hak hukum untuk menuntut sponsor, calo, maupun perusahaan penyalur ilegal.


Dalam dokumen yang beredar, keluarga bahkan dipaksa menyatakan bertanggung jawab penuh atas risiko hukum yang mungkin timbul di kemudian hari. Lebih jauh, terdapat ancaman bahwa keluarga akan digugat atau dilaporkan apabila berani membatalkan proses keberangkatan.


Modus ini digunakan sindikat TPPO untuk menekan psikologis keluarga, menciptakan rasa takut, dan menutup ruang penolakan, sehingga calon PMI tetap diberangkatkan meski tanpa perlindungan negara dan berisiko menjadi korban eksploitasi.


Menanggapi praktik tersebut, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan bahwa surat pernyataan semacam itu ilegal, menyesatkan, dan tidak memiliki kekuatan hukum apa pun.

“Surat pernyataan yang dibuat oleh calo atau sponsor ilegal tidak sah secara hukum. Itu bentuk penipuan dan intimidasi terhadap keluarga PMI,” tegas Mukhtarudin.


Menteri P2MI mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh oleh tampilan dokumen yang terlihat resmi. Ia meminta keluarga PMI untuk segera melapor ke Kementerian P2MI atau aparat penegak hukum apabila mengalami pemaksaan, ancaman, atau intimidasi terkait penempatan pekerja migran.


Pemerintah memastikan akan menindak tegas jaringan TPPO dan melindungi pekerja migran Indonesia dari praktik penempatan ilegal yang merampas hak dan keselamatan mereka.(bud)

Sindikat TPPO Sandera Keluarga PMI dengan Surat Palsu Bermuatan Ancaman, Menteri P2MI: Ilegal dan Menyesatkan


Probolinggo,MigrantBisa – Komitmen memperkuat pelayanan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus dilakukan. Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur melakukan kunjungan ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Kamis (8/1/2025).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan ruangan layanan KP2MI yang direncanakan hadir di MPP Kabupaten Probolinggo, sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan penempatan dan pelindungan PMI kepada masyarakat.


Sebelumnya, BP3MI Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo. Sejumlah layanan yang akan dihadirkan di MPP antara lain pelayanan informasi peluang kerja ke luar negeri (jobs info), layanan pengaduan dan monitoring PMI, serta pelaksanaan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP).


BP3MI Jawa Timur juga menekankan pentingnya dukungan sumber daya manusia (SDM) dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari fasilitas kesehatan, lembaga keuangan, hingga Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kolaborasi ini dibutuhkan agar seluruh kebutuhan CPMI dapat dilayani secara terpadu dalam satu lokasi.


Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo menyampaikan harapannya agar MPP Kabupaten Probolinggo dapat menjadi pusat layanan bagi CPMI tidak hanya dari Kabupaten dan Kota Probolinggo, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Bondowoso, Situbondo, Situbondo, dan Lumajang. Dengan layanan terpadu ini, CPMI diharapkan dapat menghemat waktu, biaya, serta memperoleh kepastian prosedur yang aman dan resmi.


Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo bersama Kepala Disnaker menyambut baik kehadiran BP3MI Jawa Timur di MPP. Mereka berharap BP3MI dapat segera bergabung sehingga pelayanan penempatan dan pelindungan PMI, mulai dari proses awal hingga kepulangan, dapat dilakukan di satu tempat.


Ke depan, layanan ini diharapkan terus berkembang dengan rencana pendirian Pusat Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Kabupaten Probolinggo, sebagai bentuk nyata negara hadir melindungi pekerja migran.(rd)

BP3MI Jatim Tinjau MPP Probolinggo, Perkuat Layanan Terpadu untuk PMI


 Jakarta,MigrantBisa – Direktorat Siber menggelar Rapat Monitoring, Evaluasi, dan Rencana Kerja Internal pada Kamis (8/1/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Siber dan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan anggaran serta program kerja Direktorat Siber Tahun 2026.


Rapat ini difokuskan pada tindak lanjut arahan pimpinan sekaligus penguatan kesiapan organisasi menghadapi dinamika ancaman kejahatan siber yang terus berkembang. Sejumlah strategi penguatan disepakati untuk memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dan pekerja, khususnya dari modus penipuan digital.


Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi evaluasi tata kelola kegiatan, optimalisasi pemanfaatan data dan informasi, serta peningkatan akurasi fakta dan kualitas analisa dalam setiap penanganan kasus siber.


Selain itu, Direktorat Siber juga menekankan pentingnya penguatan fungsi deteksi dini (early detection) dan peringatan dini (early warning) sebagai langkah preventif untuk meminimalisir potensi kerugian masyarakat akibat kejahatan siber.


Dalam rapat tersebut turut dibahas perencanaan kerja berbasis prioritas dan sasaran lokasi, agar setiap pelaksanaan kegiatan benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan. Efisiensi kerja juga menjadi perhatian melalui penyesuaian analisis beban kinerja guna mendukung output yang lebih optimal.


Direktur Siber mengapresiasi seluruh jajaran atas kerja keras dan inovasi yang telah dilakukan dalam meningkatkan kinerja serta citra positif direktorat melalui berbagai kanal informasi.

Ke depan, Direktorat Siber berkomitmen untuk terus bergerak cepat, adaptif, dan proaktif dalam menghadapi tantangan digital demi mewujudkan keamanan siber nasional serta perlindungan optimal bagi masyarakat dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).(bud)

Direktorat Siber Gelar Rapat Monev dan Rencana Kerja 2026, Fokus Penguatan Deteksi Dini Kejahatan Siber


 

Kediri,MigrantBisa – Tim Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Kediri diberangkatkan menuju Provinsi Aceh untuk menjalankan misi kemanusiaan di bidang kesehatan. Keberangkatan ini merupakan bentuk komitmen MDMC dalam merespons kebutuhan medis masyarakat di wilayah terdampak bencana.


Tim EMT MDMC Kota Kediri terdiri dari tujuh personel, yakni dr. Nafi, dr. Tyo, serta tenaga medis Didik, Anwar, Hendra, Nana, dan Okta. Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme, keikhlasan, serta kerja sama dengan tim medis lokal di Aceh.


Ketua MDMC Kota Kediri menyampaikan bahwa pengiriman tim EMT ini merupakan bagian dari upaya MDMC dalam meningkatkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam dan krisis kesehatan.


Pemberangkatan tim EMT dilepas secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, KH. Ahmad Khoiruddin, M.Pd.I, didampingi Ketua MDMC Kota Kediri serta jajaran Direksi Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dalam sebuah acara pemberangkatan.


Dalam sambutannya, KH. Ahmad Khoiruddin berpesan agar seluruh anggota tim EMT senantiasa menjaga kesehatan, keselamatan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan selama menjalankan tugas di Aceh.


MDMC Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan kemanusiaan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, MDMC berharap kehadiran tim EMT dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh serta memberikan manfaat dan harapan baru.(gung)

Tim EMT MDMC Kota Kediri Diberangkatkan ke Aceh untuk Misi Kemanusiaan


BlitarKota,MigrantBisa – Kepolisian Sektor (Polsek) Sanankulon mengungkap kasus pencurian baut atau alat penambat rel kereta api yang terjadi di jalur rel KA KM 127+3/4, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.


Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Satu orang pelaku berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.


Kapolsek Sanankulon AKP Nurbudi Santosa, S.Pd mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas dua orang di sekitar jembatan rel sisi selatan Lapangan Bhirawa.



Petugas yang datang ke lokasi mendapati satu pelaku telah diamankan warga. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan 13 buah baut penambat rel yang disembunyikan di dalam karung putih bersama alat bantu berupa tang potong dan cukit.


Pelaku yang diamankan berinisial DA (26). Sementara satu pelaku lainnya berinisial D berhasil melarikan diri dan telah ditetapkan sebagai DPO.


Pihak PT KAI (Persero) DAOP VII Madiun melaporkan kejadian tersebut dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp4,1 juta. Saat ini, polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut dan memburu pelaku yang buron.(temon)

Polsek Sanankulon Ungkap Kasus Pencurian Baut Rel Kereta Api di Kalipucung


BlitarKota,MigrantBisa – Warga Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia diduga akibat gantung diri di dalam rumahnya, Selasa (6/1/2026) siang. Korban diketahui bernama S (40), warga Dusun Kebonduren, Desa Kebonduren.


Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban sekitar pukul 13.00 WIB. Saat masuk ke dalam rumah, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung dan tidak bernyawa.


Kapolsek Ponggok AKP Tri Muliarso, S.H. membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, setelah menemukan korban, pihak keluarga langsung meminta bantuan warga sekitar dan melaporkannya ke perangkat desa sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.


“Laporan dari masyarakat kami terima dan anggota langsung menuju lokasi kejadian bersama tim identifikasi serta tenaga medis,” ujar AKP Tri Muliarso.


Petugas dari Polsek Ponggok, tim identifikasi, dan tenaga medis Puskesmas Ponggok kemudian melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.


Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit. Namun, korban disebut pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya dan diduga memiliki permasalahan rumah tangga.


Selain itu, sehari sebelum kejadian, korban juga sempat mengunggah pesan di media sosial yang mengarah pada keinginan untuk mengakhiri hidup.


Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diketahui oleh perangkat desa setempat.


“Kami telah melakukan penanganan sesuai prosedur. Situasi di lokasi kejadian aman dan kondusif,” pungkas Kapolsek Ponggok.(temon)

Pria di Ponggok Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah, Diduga Alami Masalah Rumah Tangga




Kediri,MigrantBisa  ,Dalam waktu 12 hari Polres kediri kota berhasil mengungkap 10 kasus pencurian dengan menangkap 10 orang sebagai tersangka.


"Dengan Tujuan operasi sikat semeru  untuk memberikan rasa aman, menciptakan kondisi Harkamtibmas terhadap aktivitas masyarakat dari gangguan ataupun ancaman terjadinya kejahatan jalanan (street crime) dalam bentuk atau jenis berupa curat, Curas, curanmor serta penutup senjata api, senjata tajam maupun bahan peledak” ujar  Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, SH, SIK, M.Si.

 

Pers rilis hasil Operasi Sikat Semeru yang dilakukan sejak tanggal 3 Juni 2024 hingga 14 Juni 2024, di laksanakan pada hari rabu siang 26 juni 2024 di ruang Rupatama Mapolres Kediri Kota


Adapun kasus yang berhasil diungkap yakni, 1 Kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas), 3 Kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat), 3 Kasus Pencurian Kendaraan bermotor (Curanmor) serta 3 kasus Pencurian.


“Kita telah berhasil mengungkap 10 kasus, dengan rincian 5 kasus sesuai dengan target operasi (TO), dan sebanyak 5 kasus non TO. Yang dimaksud TO adalah kejadian yang telah ada sebelum operasi (sikat Semeru) sehingga dilakukan pengungkapan dalam masa operasi,” lanjut Kapolres.


Dari 10 pelaku yang diamankan, Kata Kapolres, terdiri dari 9 Laki-laki dan 1 perempuan


Saat ini yang berada di sel tahanan Polres Kediri Kota sebanyak 6 pelaku, sedangkan yang 4 sudah berada di Lapas,” sebutnya.


Selain mengamankan 10 pelaku, Polres Kediri Kota juga berhasil mengamankan sebanyak 37 barang bukti. Diantaranya, 8 Handphone, 5 obeng, 7 Gembok, 5 BPKB , 3 STNK , Sepeda motor 1 unit, 3 Rekening koran, 3 Komputer, 4 Pisau dan perangkat Komputer lainnya.





Pelaku perempuan berinisial WAM (23) mengaku melakukan pencurian untuk membayar hutang dan keperluan keluarga. Ibu dua anak ini melakukan transfer saldo rekening korbannya yang baru ia kenal dengan jumlah mencapai 105 juta rupiah.


Pengakuan WAM, Awalnya ia bertemu dengan korban dan ngobrol berdua. Kemudian Ia meminta bantuan kepada korbannya untuk transfer melalui M-Banking. Setelah mengetahui pelaku berapa PIN M-banking korban, pelaku meminjam HP korban dengan alasan untuk menghubungi saudaranya, setelah koban meminjamkan HP nya ternyata pelaku melakukan transfer uang yang besar dari rekening korban ke pelaku melalui M-Banking.


“Pada saat itu, namanya Saya butuh ya, tidak ada jalan lain pada waktu itu, dan pada saat itu saya menemui si korban dengan adanya nominal sebesar itu siapa sih yang tidak mau. Saya geser ke rekening saya kemudian saya gunakan uangnya untuk membayar hutang dan kebutuhan anak saya” ucap WAM sambil menangis.(*)

Dalam waktu 12 hari Polresta Kediri Berhasil Mengungkap 10 Kasus Pencurian Dengan Menangkap 10 Orang Sebagai Tersangka.

 




Blitar,MigrantBisa -  Anggota MPR RI Nurhadi,S.Pd, membuka Pagelaran Wayang kulit dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR dihadapan masyarakat desa Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Jawa Timur Acara ini berlangsung pada Rabumalam tanggal 8 Mei 2024  

Prosesi pembukaan pegelaran Wayang Kulit di mulai dengan ditandai penyerahan tokoh Semar, oleh Nurhadi didampingi Pemerintah Desa  Krisik kepada Dalang Ki Dimas Suprobo,S.SN dengan Dagelan Jo Klutuk dan Jo Klitik


Ikut hadir pada acara tersebut, selain Anggota MPR RI Nurhadi, Tenaga Ahli DPR RI , unsur Pemerintahan Desa, Pemerintahan Kecamatan Gandusari, Pemerintah Kabupaten Blitar  dan Tokoh masyarakat Pecinta Budaya yang lainnya.


Pementasan Wayang Kulit kerjasama MPR bersama Masyarakat Desa Krisik dengan lakon Tumuruning Wahyu Ponco Darmo,Lakon tersebut, dipilih karena sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 


"kegiatan ini bagian dari Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara adalah  Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika semboyan negara

Bahwa Wayang Kulit sangat efektif  dipakai sebagai salah satu metode sosialisasi karena kesenian, ini memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, khususnya dipulau Jawa. Dengan begitu diharapkan, materi sosialisasi yang diselipkan di tengah pementasan wayang dapat dicerna dan diterima masyarakat luas. Apalagi, saat ini wayang sudah diterima sebagai kesenian tradisional bangsa Indonesia yang harus dipertahankan di tengah peradaban dunia" ujar nurhadi di wawancaranya dengan team media formosapro





Nurhadi menekankan kembali Bahwa Pancasila bukan semata dihafal. Hafal sila-sila Pancasila, itu baik. Tapi lebih baik lagi jika dilaksanakan dan diamalkan.


Dalam sambutannya Nurhadi  mengatakan, Sosialisasi empat Pilar dilakukan sejak 2005. Namun, penggunaan wayang kulit sebagai salah satu metode sosialisasi baru diselenggarakan mulai tahun  2012 dengan Tujuan di adakan pagelaran wayang kulit ini agar materi sosialisasi lebih gampang diterima dan dicerna oleh masyarakat umum. Kemudian bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, kata Nurhadi menambahkan

Nurhadi Sosialisasikan 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara Dalam Pentas Wayang Kulit di Blitar



Blitar Lukisan wajah dari Presiden Pertama RI yang terbuat dari jarum pentul yang kemudian dirangkai sedemikian rupa dengan ikatan benang itu tampak bersedih.


"Karya seni yang dibuatnya selama dua bulan itu sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas jasa Bung Karno

Karya ini di buat tidak untuk jual saya berkarya hanya untuk orang yang berkontribusi bagi Indonesia dan di hibahkan.

Dipilihnya jarum pentul untuk membuat wajah dari Bung Karno dengan proses diketuk satu-persatu.

Dengan Jumlah jarum pentul itu sebanyak 11.969 batang yang kemudian dililit dengan benang wol tujuh warna,Benang ini sebagai simbol untuk mempersatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Karya saya ini untuk keluarga Bung Karno dan nanti diterima Mas Putera cucu dari Bung Karno,” ujar abang seni pelukis jarum pentul dari batam



Di wawancara dengan awak media blitar mas putra "belum nyampaikan soal lukisan ini ke keluarga besar tapi telah di sampaikan ke budhe mega nantinya budhe akan menerima penyerahan foto bung karno dari jarum pentul di kunjungan dalam rangka ziarah ke makam bung karno kota blitar pada hari ini(21 juni 2024).

Ini merupakan karya seni  yang terbaik dari generasi muda dengan senang hati nanti kita terima untuk rencana foto akan di taruh di lingkungan makam bung karno di kota blitar"



Putra dari Sukmawati Soekarnoputri yakni Muhammad Putera Sukarno Al Haddad juga berpesan semoga perjuangan yang di bangun  seperti rangkai jarum pentul yang  terkumpul jadi satu karya seni mari kita jarut kembali hubungan jadi satu keluarga.

Karena masalah sepele kita menjadi pecah belah  mulai dari sekarang kita menatap ke depan untuk menjadi yang terbaru pesan ini di sampaikan kepada warga blitar dan seluruh warga indonesia.



Lukisan wajah dari Presiden Pertama RI yang terbuat dari jarum pentul Di Bulan Bung Karno

 



KEDIRI Pj Wali Kota Kediri Zanariah meninjau proses pemotongan hewan qurban di UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kelurahan Pojok Kota Kediri

Senin (17/6). tujuan meninjau tempat pemotongan hewan qurban untuk memastikan pemotongan hewan qurban berjalan aman dan lancar serta hewan qurban sehat dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.


“Alhamdulillah dengan adanya RPH ini warga jadinya lebih banyak memilih menyembelih hewan qurbannya di sini. Karena petugas penyembelih di RPH ini sudah bersertifikat juru sembelih halal dari BNSP. Selain itu, RPH ini juga sudah bersertifikat halal dan ada veteriner untuk memeriksa kesehatan dari hewan qurban. Sebelum disembelih hewan qurban ini dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan. Insyaallah hewan qurban sehat dan tidak ada penyakit yang terlewat terutama penyakit cacing hati,” terang Pj Wali Kota Kediri.


Lebih lanjut, Zanariah menjelaskan bahwa  di RPH ini sehari bisa melakukan penyembelihan maksimal 20 ekor sapi. Nanti bila kebutuhan pemotongan hewan meningkat, Pemerintah Kota Kediri akan melakukan pengembangan dan revitalisasi, namun kondisi saat ini masih cukup dan bisa tertampung semuanya. Selain pemotongan hewan qurban, RPH ini melayani pemotongan hewan untuk pasar tradisional yang dikerjakan pada malam hari. “Masyarakat Kota Kediri kalau mau potong hewan ke RPH saja, di sini aman dan juga bersih,” tutupnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menjelaskan di RPH Kelurahan Pojok pada Idul Adha 1445 H kali ini, ada 31 ekor sapi yang disembelih selama 3 hari dan 21 ekor kambing. Kondisi tersebut terjadi peningkatan pada jumlah ekor kambing yang disembelih dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 2 ekor saja.


Sebelumnya, Pj Wali Kota Kediri Zanariah menjalankan ibadah Salat Iduladha di Masjid Al Bina’i Balaikota Kediri dengan imam Kepala Kemenag Kota Kediri Moh. Qoyyim.

Turut mendampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mohammad Ridwan, Kepala RPH Kota Kediri Hariyanto, dan Kabag Kesra Ahmad Jainuddin.(*)

Pj Wali Kota Kediri Zanariah meninjau proses pemotongan hewan qurban di UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kelurahan Pojok Kota Kediri


 Batalyon Infanteri 521/DY Anjangsana Warakawuri dalam rangka kegiatan HUT Yonif 521/DY, Ke-69 dengan Tema"Patriot Petarung yang Profesional Adaptif dan Humanis."



Dalam  kegiatan anjangsana Warakawuri  kali ini kami datang ke kediaman  Ibu Deva Ayu Savitri yang beralamat di Ds. Panjerejo Kec. Rejotangan Kab. Tulungagung  kegiatan ini merupakan tradisi yang harus dipertahankan karena Warakawuri Yonif 521/DY merupakan bagian dari keluarga besar kita, dimana hubungan kekeluargaan tersebut harus tetap terjalin dengan baik sehingga menimbulkan rasa nyaman dan saling memiliki serta terjalin ikatan batin, saya  berharap semoga pemberian tali asih ini dapat membantu meringankan beban keluarga ujar Komandan Batalyon Infanteri 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E.,M.I.P beserta  Ketua Ranting 3 Ibu Sari Rahadyan Surya Murdata dan di dampingi Perwira Staf di wawancara dengan awak media




Pada kesempatan ini juga Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 521 Cabang LVIII Brigif 16 PD V/Brawijaya Ibu Sari Rahadyan Surya Murdata  mengungkapkan " ikut senang dapat membantu saudara-saudara Warakawuri Yonif 521/DY setidaknya inilah wujud perhatian dari kami semoga bermanfaat ,Saya juga ingin ikatan kekeluargaan ini tidak hanya pada moment hari-hari besar saja tapi semoga dalam kegiatan kegiatan Persit ke depan seperti pengajian dan olahraga bersama akan kami ajak sehingga dapat lebih mempererat hubungan kekeluargaan.” Pungkasnya.



"Alhamdullilah Dengan Kegiatan anjangsana Warakawuri ini saya cukup senang karena telah diperhatikan oleh Yonif 521/DY sehingga saya tidak bisa membendung air mata, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Komandan Yonif 521/DY beserta ibu  yang telah memperhatikan kami khususnya Warakawuri” ungkap Ibu Deva Ayu Savitri yang beralamat di Ds. Panjerejo Kec. Rejotangan Kab. Tulungagung 

***TEAM MFP KEDIRI***

Dengan Tema"Patriot Petarung yang Profesional Adaptif dan Humanis." Di HUT Yonif 521/DY, Ke-69 Melaksanakan Kegiatan Anjangsana Warakawuri


Kota Taipei,KDEI Taipei dan Welcome to Taipei International Club (WTIC) menyelenggarakan Cooking Demo untuk kedua kalinya setelah 10 tahun lalu di Taipei 

KDEI hadirkan demo masak rendang dan memperkenalkan bumbu dan rempah khas dari indonesia di acara ini


Acara ini dihadiri oleh sekitar 20 anggota korps pasangan perwakilan negara asing yang berada di Taipei turut hadir juga Chef Narendra Archie memberikan demo memasak masakan Rendang khas Sumatra Barat.


"Iqbal S. Shofwan membuka acara tersebut dengan menjelaskan pentingnya Rendang dengan beragam bumbu yang digunakan dalam proses memasaknya tidak hanya bagi masyarakat Sumatra Barat tapi juga Nusantara " ujar kepala KDEI Taipei

 

Chef Archie menjelaskan filosofi Rendang sebagai menu utama yang dijunjung tinggi di Sumatra Barat, karena proses memasak yang lama dan menggunakan setidaknya 15 macam bumbu khas yang didapat di Indonesia. 


Selain Rendang, Es Campur juga ditampilkan sebagai hidangan penutup khas Indonesia.

Acara ini juga menampilkan makan siang dengan hidangan Indonesia seperti Gado-Gado, Nasi Goreng, Sate Ayam, Rendang, Rujak Buah, Kue Lapis, dan Bolu Pandan. 

Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan penampilan tarian Puspanjali dari Bali, workshop membatik, dan mencoba pakaian adat juga menambah pengalaman lengkap tentang kekayaan budaya Indonesia bagi para perwakilan negara asing di Taiwan....


 


KDEI Demo Masak Rendang Di Taipei


BLITAR Mantan Kpu Kota Blitar Bersama Pasangannya Kembalikan Berkas Pendaftaran Cawali Ke Kantor Pkb Kota Blitar


Mantan Kpu Kota Blitar Mashudi Bersama Galuh Pasangannya Kembalikan Berkas Pendaftaran Cawali Ke Kantor Pkb Kota Blitar pada hari minggu sore tanggal 12 mei 2024


Galuh dan Mashudi mendaftar sebagai pasangan cawali kota blitar di pilkada 2024 satu paket di PKB
Galuh akan bertarung sebagai bakal calon walikota blitar sementara mantan kpu kota blitar Mashudi mencalonkan diri sebagai bakal calon wakil wali kota blitar


"Pada hari ini kita bersama pak galuh maju sebagai pasangan calon mengembalikan berkas pendaftaran cawali kota blitar 2024 di kantor pkb kota blitar,kita datang ke sini sudah mantap dan nanti kita bagaimana mengambil langkah bertahap agar mendapat rekom dan kita beroptimis mendapat rekom
beliau juga menyampaikan untuk visi dan misi belum bisa berbicara lebih jauh paling tidak kita bisa memperhatikan proses pemerintahan di kota blitar ini terutama masalah pelayanan karena ini menjadi prioritas bagi kami ketika roda pemerintahan berjalan untuk keduanya masalah mental pada perkembangan anak maupun mental pada birokrasi kita rubah agar pelayanan lebih baik dalam melayani masyarakat dan dengan modal pengalaman berharga sebagai mantan komisioner kpu kota blitar memberikan kepercayaan diri untuk berkompetisi dalam pilkada kota blitar 2024"ujar mantan kpu mashudi sebagai calon wakil walikota blitar 2024



Galuh sebagai calon walikota blitar 2024 juga menambahkan " visi misi kita pengen sekali memajukan kota blitar dari segi pendidikan,kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota blitar mesti sekarang kota blitar sudah maju kita akan membuat lebih maju lagi kedepannya" di wawancara dengan team media formosa pro



"Pasangan Galuh dan Mashudi merupakan pasangan ke 4 yang telah mengembalikan berkas pendaftaran calon kepala daerah di kantor dpc pkb kota blitar pada hari ini,kami menyambut baik partisipasi dan komitmen mereka dalam ikut proses demokrasi di partai pkb " kata arif kurniawan



Di pengembalikan berkas ke kantor dpc pkb kota blitar pasangan galuh dan mashudi keduanya tampil begitu kompak mengunakan busana batik lengkap dengan sarung dan songkok menunjukkan identitas sebagai warga Nadlatul Ulama
Galuh dan Mashudi yang berprofesi sebagai pengacara siap maju di perjalanan politik menuju pilkada kota blitar







Mantan Kpu Kota Blitar Bersama Pasangannya Kembalikan Berkas Pendaftaran Cakada 2024 Ke Kantor Dpc Pkb Kota Blitar


Blitar. Keluarga korban mendukung kejaksaan negeri blitar usut tuntas pengeroyokan adik muhammad ali rofi


Orang tua bersama keluarga santri korban pengeroyokan mendatangi kantor kejaksaan negeri blitar pada hari selasa 02 april 2024 di dampingi oleh 2 kuasa hukum keluarga korban


Dengan membawa poster berisi foto korban, Mereka meminta keadilan kepada penegak hukum atas kematian anaknya akibat menjadi korban penganiayaan oleh santri lainya di pondok pesantren tahsanul akhlaq kelurahan kalipang kecamatan sutojayan kabupaten blitar.


Ke tujuh belas tersangka pelaku pengeroyokan di lingkup pondok pesantren saat ini memasuki tahap pelimpahan atau tahap dua,karena tersangka masih berstatus anak-anak tidak kami tahan ujar Agus Kurniawan Kepala Kejaksaan Negeri Blitar



"Karena sudah tiga bulan dalam penanganan kasus ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia di nilai lamban dan para tersangka tidak di lakukan penahanan,kami mendorong kejaksaan negeri blitar untuk melakukan penegakan hukum terhadap kejadian ini" ujar Mashudi SH.i selaku kuasa hukum keluarga korban


Galuh Redi Susanto SH.MH  selaku kuasa hukum dari keluarga korban  "tujuan kami datang kejaksaan negeri blitar intinya mencari keadilan kepada korban karena selama ini tidak ada penahanan terhadap para pelaku,moga berkat pelimpahan ini para pelaku bisa di tahan dari permintaan keluarga korban "


"Saya sebagai orang tua korban menuntut keadialan se adil adilnya atas meninggalnya putra kami, meminta kejaksaan negeri blitar usut tuntas kasus ini dan menahan para pelalu" ujar yoyok ayah dari mohammad ali rofi korban pengeroyokan di wawancara dengan team media formosa pro



Muhammad Ali Rofqi sebelum meninggal dunia korban sempat di rawat di rumah sakit,korban dari pengeroyokan merupakan seorang di pondok pesantren tahsanul akhlaq kelurahan kalipang kecamatan sutojayan kabupaten blitar (budi)





Keluarga Korban Mendukung Kejaksaan Negeri Blitar Usut Tuntas Pengeroyokan Adik Muhammad Ali Rofi


Kepedulian Rumah Sakit Di Eks Karisidenan Kediri Dalam Rangka Harlah Ke-5 Sabilu Taubah  


Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan untuk keselamatan dan kesehatan jamaah dalam rangka harlah sabilu taubah ke 5 

Rumah sakit di eks karisidenan kediri mengelar rapat dan koordinasi penentuan posko kesehatan di beberapa titik yang tersebar di lokasi harlah sabilu taubah ke 5

rapat dilaksanakan pada hari rabu tanggal 07 februari di markas sabilu taubah yang beralamatkan di desa karangayam srengat kabupaten blitar

Di rapat koordinasi ini dipimpin oleh bapak Taufan perwakilan dari rumah sakit syuhada haji blitar hadir pula perwakilan intansi kesehatan negeri swata yang akan mendukung posko kesehatan di harlah sabilu taubah pada tanggal 16 februari sampai dengan 19 feburari 2024



"hari ini kita mengundang lebih dari 10 rumah sakit dalam rangka harlah sabilu taubah ke 5 membantu  membuat posko kesehatan dan juga menentukan titik lokasi  posko rumah sakit serta kekuatan personil dan peralatan yang akan di bawa nanti

Diposko kesehatan ini yang akan ikut hadir antara lain Rs Syuhada Haji,Medika utama,Rsu Aulia Sutojayan,Rs Ananda Srengat,Rs An Nisaa' Talun,HVA Kediri,Rsud Ngudi Waluyo wlingi,Rsud Srengat,Rsud dari Tulungagung,Rsu Wava Husada Kesamben, Rsu Al Ittihad selain itu juga hadir relawan dari pak purnomo belajar baik dan masih banyak lagi yang akan ikut mendukung kegiatan posko kesehatan di harlah sabilu taubah ke 5 " ujar M.Taufan Nandhi selaku koordinator tim posko kesehatan harlah sabilu taubah ke 5 di wawancaranya dengan wartawan media formosa pro



"Alhamdullilah hari ini kita bisa mendampingi menunjukan titik titik mana yang nantinya akan menjadi tempat posko kesehatan dan jalur evakuasi apabila terjadi sesuatu pada jamaah yang hadir di acara ini dan saya  ucapkan terima kasih atas kepedulian dalam pembuatan posko kesehatan " ungkap salah satu perwakilan satgas sabilu taubah kepada wartawan kami



Selain rapat koordinasi penentuan posko kesehatan, juga di bahas terkait bakti sosial Pemeriksaan, pemberian obat,vitamin kacamata gratis serta donor darah bersama Laskar Peduli Kasih dan Pmi kota blitar


Pertemuan ini juga di hadiri oleh komunitas ambulan blitar raya yang nantinya akan membantu dari pihak medis untuk membawa pasien ke rs terdekat apabila terjadi sesuatu pada jamah yang hadir di acara harlah ini.. (Auri - mfp blitar)




Kepedulian Rumah Sakit Di Eks Karisidenan Kediri Dalam Rangka Harlah Ke-5 Sabilu Taubah



Bkkbn Sosialisasikan  program  Bangga Kencana Bersama Mitra Komisi IX DPR RI kegiatan sosialisasi berlokasi di lingkungan Wates campurdarat Tulungagung pada tanggal 28 januari 2023



Sosialisasi ini turut hadir juga Nurhadi, S.Pd. (Anggota DPR RI),Toma Afriandi, SH, M.Si , Penata Kependudukan dan KB ahli muda (BKKBN Prov.Jatim) dan sebagai Narsumnya Drs. H. Musnaim, MM, Penata Kependudukan dan KB Kab. Tulungagung(OPD-KB Kabupaten Tulungagung) serta Priyo Hartono, SE MM  Pejabat Ahli Madya BKKBN Pusat



Sebagai Anggota DPR RI fungsi saya bertugas mengawasi BKKBN apakah BKKBN di sosialisasi malam ini dengan  programnya bangga kencana dan sunting apakah tepat sasaran.

Kalau kita ingin sukses  di masa depan semua harus direncanakan,Nikah mendadak dikarenakan kecelakaan itu kita harus mencegah agar tidak  terjadi hamil duluan apabila terjadi hamil duluan dibawah umur maka masa depan akan suram.

Sering saya amati, pernikahan dini rata-rata akan cerai untuk menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera semua itu harus direncanakan  mulai dari rencana mau menikah juga usia ideal buat menikah sesuai UUD.

beliau mengajak masyarakat untuk menikah dengan direncanakan, contohnya hamil 2 anak agar anak tidak stunting dan punya Anak yg berkualitas harus direncanakan

Kita harus mengawasi keluarga dari kecil sampai  anak kita menjadi remaja sambutannya bapak nurhadi,SP.d selaku anggota dpr ri komisi IX di awal kegiatan sosialisasi



DI tempat terpisah Toma Afriandi, SH, M.Si Penata Kependudukan dan KB ahli muda (BKKBN Prov.Jatim) mengungkapkan bahwa di tahun  60an dulu banyak anak  dan sekarang rata-rata yang sudah  menikah itu memiliki 2 anak  atau 3 anak  dengan tidak perlu banyak anak bertujuan untuk membuat SDM yang bagus dan berkualitas

Kami dari  Bkkbn hadir dengan program bangga kencana agar orang tua bisa bekerjasama mulai dari bayi lahir sampai orang tua lansia menjadi SDM yang berkualitas di jawa timur.

Menurut kementrian kesehatan kondisi stunting adalah gagal kembang(pertumbuhan fisik dengan kurus dan pendek) yang panjang nya kurang 48cm sasaran stunting meliputi calon pengantin yang masih usia dini dan ibu hamil

Saya berpesan kepada yang mempunyai anak remaja harus di jaga dan di awasi agar tidak terjadi pernikahan dini  karena menurut Dispensasi nikah di Malang 1400 rahim wanita  yang belum berusia 20 tahun masih belum berkembang apabila terjadi kehamilan bayinya mengalami stunting selain itu kita juga harus menjaga ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi dengan selalu mengkonsumsi ikan, daging, telor, sayur gizi agar bayi yang lahir terhindar dari sunting.

Kami  berharap angka stunting di tulungagung khususnya  di campurdarat turun dratis ,presiden menargetkan angka stunting di indonesia menjadi turun di 14%



Di tulungagung kami punya sekitar 1500 TPK  atau Tim Pendmping Keluarga, tim kesehatan,tim KB, PKK ini merupakan program  dari kami

Calon manten di dampingi 3 bulan,Progam pmerintah bagi wanita sudah diberi pil tambah darah,

Ibu hamil di dampingi TPK sebanyak 8x melakukan diperiksanya secara rutin,Ibu melahirkan dan Anak balita sampai  umur 2 tahun juga di dampingi TPK.

Pendamping paling pokok utama adalah  keluarga terdekat dan mudah-mudahan di tahun 2045 anak anak bisa menjadi generasi emas ujar Drs. H. Musnaim, MM selaku Penata Kependudukan dan KB Kab. Tulungagung(OPD-KB Kabupaten Tulungagung)  wawancara dengan wartawan kami



Warga di lingkungan Wates campurdarat Tulungagung sangat bersyukur dengan adanya sosialisasi ini bisa menjadi tambahan ilmu tentang betapa pentingnya sunting selain mendapat ilmu di akhir acara juga di adakan tanya seputar kegiatan ini bagi mereka yang bisa menjawab mendapat doorprize

(MFP - BUDI)


Bkkbn Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra

 


Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukuhkan komitmen  terhadap pendidikan inklusif dan toleransi dengan menyelenggarakan Diklat Wawasan Kebhinekaan Global. 


Diklat ini diikuti oleh mahasiswa Program Pendidikan Guru (PPG) kelas 003 Angkatan 3 Kategori 1 Tahun 2023 diklat ini berfokus pada pengembangan pemahaman tentang toleransi, suku, agama, dan budaya guna menghadapi tantangan global dan mempersiapkan calon guru yang berkualitas  juga sebagai penambah  Wawasan Kebhinekaan Global sebagai bagian integral dari kurikulum PPG. 

Diklat juga bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang keragaman budaya, keberagaman suku bangsa, dan pluralitas agama yang menjadi kenyataan dalam masyarakat global saat ini.


Diklat yang dilaksanakan  secara virtual zoom selama satu hari  di mulai pukul 08.00 WIB sampai 18.30 WIB dengan pemateri Ediyanto, M.Pd, Ph.D   dan Dr. Ahmad, S.Pd., M.Pd beliau merupakan pembicara ahli di bidang kebhinekaan global.

" Dengan adanya diklat ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai dan saling menghargai perbedaan ,di  diklat ini  materi yang di sampaikan juga mencakup berbagai aspek, mulai dari dialog antar budaya, pemahaman terhadap keragaman agama, hingga upaya menjaga perdamaian dalam konteks multikultural "  ucap salah satu narsum di acara diklat ini


Para mahasiswa PPG kelas 003 yang mengikuti diklat pada tanggal 21 januari 2024 memberikan  merespons positif  dan sebagai pengalaman berharga yang akan membantu mereka menjadi pendidik yang lebih kompeten dan berintegritas.

Peserta diklat juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus diadakan dan melibatkan lebih banyak mahasiswa dalam memperkaya perspektif mereka tentang keberagaman global.


Diklat Wawasan Kebhinekaan Global di UM mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembentukan generasi yang mampu menjembatani perbedaan, membangun dialog, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. 

Kegiatan diklat ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.

 


Mengukuhkan Komitmen Terhadap Pendidikan Inklusif Dan Toleransi Universitas Negeri Malang Adakan Diklat Wawasan Kebhinekaan Global.



Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) kelas 001 dari Universitas Negeri Malang Angkatan 3 menjalani Diklat Wawasan Kebhinekaan Global sebagai bagian integral dari pembekalan mereka untuk menjadi tenaga pendidik yang inklusif dan berkualitas.


Diklat  yang di laksanakan pada hari minggu tanggal 21 januari secara virtual zoom ini diikuti oleh 30    mahasiswa PPG PLB 

kegiatan dirancang khusus untuk membekali mereka dengan pengetahuan mendalam tentang keberagaman budaya, nilai-nilai inklusivitas, dan tantangan global dalam konteks pendidikan


serta bentuk respons terhadap tuntutan zaman, di mana pendidik perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang dinamika masyarakat global untuk memberikan pendidikan yang relevan dan inklusif  


Guna meningkatkan pemahaman tentang kebhinekaan global  mahasiswa PPG Daljab PLB kelas 001 mengikuti serangkaian sesi pelatihan yang melibatkan pembicara antara lain Dr. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd dan Dr. Ranti Novianti, M.Pd. beliau hadir dari berbagai latar belakang akademis dan profesional.


Adapun Materi diklat yang di laksanakan secara virtual  mencakup tentang kebhinekaan global Dunia Yang Berwarna, Negeri Penuh Harmoni, Damai Mulai Dari Diri, Sekolahku Yang Bhineka, serta Sekolahku Yang Damai.


Selain Kegiatan praktik lapangan  Mahasiswa PPG PLB juga  berkesempatan untuk mengunjungi sekolah-sekolah yang menerapkan pendekatan inklusif , melibatkan diri dalam interaksi langsung dengan peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus kegiatan ini juga merupakan  bagian integral dari diklat dan memberikan pengalaman langsung dan mengasah keterampilan praktis mahasiswa dalam menghadapi keberagaman di ruang kelas.


"Diklat Wawasan Kebhinekaan Global ini adalah langkah progresif dalam mempersiapkan calon guru PLB yang mampu beradaptasi dengan dinamika masyarakat global,Kami berharap setelah mengikuti diklat ini mahasiswa PPG PLB dapat menjadi guru yang mempromosikan inklusivitas dan keadilan pendidikan." ujar Dr Wiwik Dwi Hastuti salah satu narsum di diklat ini


" bahwa diklat WKG ini sangat diperlukan untuk calon guru-guru professional dalam dunia Pendidikan, supaya guru lebih memahami prioritas yang harus di sesuaikan untuk kepentingan Bersama secara baik dan adil tanpa menyinggung suku, ras, dan kepercayaan salah satu pihak atau warga sekolah yang ada wawancara peserta diklat yang di hubungi team media formosa pro 


Diklat Wawasan Kebhinekaan Global ini mencerminkan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mencetak lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademis tetapi juga peka terhadap keanekaragaman dan mampu menghadapi tantangan pendidikan global dengan cara yang inklusif dan berdaya saing (Team media formosa pro blitar)


Guna Mencetak lulusan Yang Tidak Hanya Berkompeten Secara Akademis Mahasiswa PPG Universitas Negeri Malang Angkatan 3 Ikuti Diklat Wawasan Kebhinekaan Global


 Nurhadi, S.Pd DPR RI dan BKKBN Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Gembongan Blitar 




Nurhadi,S.Pd yang akrab di panggil Pak Nur selaku Anggota DPR RI bersama BKKBN RI, BKKBN Perwakilan Jawa Timur, melakukan sosialisasi penguatan pendataan keluarga melalui Program Bangga Kencana kepada masyarakat.


Adapun Pejabat yang hadir sebagai pemateri selain Nurhadi, S.Pd Anggota Komisi IX DPR RI,juga turut hadir Dr. Moh. Tohirin Hasan

Ketua Tim Kerja Pelatihan Bangga Kencana BKKBN RI, Taufik Daryanto, S. Psi, M. Sc (Ketua Tim Kerja KIE BKKBN Provinsi Jawa Timur) BKKBN Jatim, Drs. Mikhael Hankam Indoro, M.Si 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Blitar.


” Ya kami dari Komisi IX DPR RI melakukan sosialisasi terkait program Keluarga Berencana bersama BKKBN sebagai lembaga negara yang menangani Keluarga Berencana ini,” ucap Anggota DPR RI Nurhadi, S.Pd di Area Kegiatan Sosialisasi di Pelataran Rumah Chafidul Fuad, Dsn Gembongan II , Desa Gembongan Kecamatan Ponggok , Kabupaten Blitar. Rabu (13/12/2023).


Dirinya menjelaskan, ada hal krusial yang ingin pihaknya sampaikan kepada warga dalam kegiatan sosialisasi berkenaan rencana jangka panjang menuju Indonesia emas 2045 oleh Pemerintah pusat. Selain itu, ada masalah yang perlu diatasi dalam jangka pendek, dengan melibatkan Pemerintah Daerah secara langsung dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada masyarakat.


” Hasil laporan yang saya terima, di Kabupaten Blitar Alhamdulillah akhir-akhir ini mengalami penurunan angka pernikahan dini, namun angka stunting yang masih tinggi secara nasional masih di atas 25% berarti kalau 25% dari 10 anak ada potensi 4 anak bisa mengalami kondisi stunting,” paparnya.


Pria yang akrab mengenakan ikat kepala sebagai ciri khasnya menyampaikan, upaya yang telah dirinya lakukan bersama rekan kerjanya di Komisi IX DPR RI guna mengatasi persoalan angka stunting tersebut, telah dirinya lakukan diskusi, pengawasan kebijakan bersama BKKBN pusat.


” Kita setiap melakukan rapat mengatur regulasi yang ada, kita kawal dan sebagai anggota DPR kita memaksimalkan fungsi pengawasan kita dengan anggaran yang sudah kita setujui BKKBN itu melaksanakan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat utamanya khususnya untuk yang sudah terjadi stunting,” katanya.


Diharapkanya dengan setelah kegiatan sosialisasi ini selesai, para peserta dapat menjadi agen perubahan dan menyampaikan informasi yang telah mereka peroleh, khususnya dalam merencanakan sebuah keluarga menuju keluarga yang kecil bahagia dan sejahtera.


Dengan cara memulai merencanakan usia nikah yang tepat, jarak kelahiran antara anak pertama dan kedua sesuai rencana, kemudian asumsi gizi, sampai rencana pendidikan anak.


” Insya Allah ke depan Indonesia memiliki generasi generasi berkualitas alias generasi emas,”harapnya.


Terpisah, Dr. Moh. Tohirin Hasan Ketua Tim Kerja Pelatihan Bangga Kencana BKKBN RI mengatakan, pihaknya bersama DPR RI mengelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, sekaligus memonitoring atau melakukan pengawasan kebijakan dan upaya yang telah dilakukan dari Pusat hingga tingkat Desa.


Perkembangan angka stunting di Kabupaten Blitar dia rasa masih wajar bahkan angkanya cenderung lebih sedikit dibandingkan data yang ditingkat Provinsi maupun skala Nasional.


” Angka stunting perkembangannya luar biasa, jadi dibawah 20 % lebih rendah dari pada rata-rata di Provinsi maupun Nasional. Tadi sempat saya sampaikan kepada Dinas P2KBP3A Kabupaten Blitar, agar setiap tahunya bisa menyelesaikan permasalahan tersebut hingga pada tahun 2024 angka stunting tinggal 10 %, dan saya siap membantu karena Blitar adalah tanah kelahiran Pak Nurhadi " urainya.


Lanjut Tohirin menambakan, untuk penanggulangan angka stunting, pihaknya setiap 5 tahun melaksanakan satu pendataan keluarga, sehingga dapat memantau perkembangan atau kondisi masyarakat atau yang dialami oleh sekelompok keluarga.....


” Selain melalui sosialisasi seperti yang kita gelar saat ini, kita telah melakukan pendampingan keluarga dari BKKBN yang terdiri dari Bidan, satu lagi kader PKK dan kader KB dan ada di setiap masing masing Desa,” rinkasnya...

(Mfp -budi)

Nurhadi, S.Pd DPR RI dan BKKBN Sosialisasikan Program Bangga Kencana