Abdullah Kamil menyampaikan bahwa dalam sosialisasi tersebut pihaknya menerima banyak masukan, informasi, serta pengaduan dari masyarakat. Di antaranya, terdapat penerima manfaat yang belum mendapatkan layanan MBG karena dapur SPBG di wilayah tersebut masih dalam tahap pengerjaan (on progress).
“Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman Koordinator Wilayah untuk memastikan proses ini segera selesai. Supaya para penerima manfaat yang seharusnya sudah menerima, bisa segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Terkait target penyelesaian, Abdullah Kamil menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengecek progres pembangunan dapur. “Secepatnya. Kami cek dulu sudah berapa persen. Kalau bisa besok lusa siap, tentu akan kami dorong agar segera beroperasi tanpa kendala,” tambahnya.
Sementara itu, Nurhadi menegaskan pentingnya pemerataan program MBG di seluruh wilayah Kabupaten Blitar, termasuk Kecamatan Bakung. Menurutnya, aspirasi masyarakat sudah didengar langsung oleh BGN pusat dan harus segera ditindaklanjuti.
“Kalau kecamatan lain sudah menerima, maka Bakung juga harus segera mendapatkan. Ini soal hak anak didik untuk memperoleh gizi yang setara,” tegasnya.
Nurhadi juga mendorong agar paling lambat bulan April, program MBG di Kabupaten Blitar sudah berjalan merata, tidak hanya bagi siswa sekolah dasar, tetapi juga untuk kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Program MBG merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan generasi sehat dan berkualitas melalui pemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan.(wira)





.jpeg)








