Migrant Bisa


Depok,MigrantBisa – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menggandeng Universitas Indonesia (UI) dan Pemerintah Kota Depok dalam membangun ekosistem Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.


Kolaborasi strategis ini menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan 500 ribu PMI profesional pada tahun 2026, sekaligus memperkuat tata kelola migrasi kerja yang aman, prosedural, dan bermartabat.


Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa perlindungan PMI harus dimulai dari hulu. Menurutnya, peningkatan kompetensi merupakan fondasi utama keselamatan dan martabat pekerja migran di luar negeri.


“Ke depan, tidak boleh lagi ada PMI yang berangkat tanpa kompetensi. Pelatihan vokasi, sertifikasi, serta penguasaan bahasa menjadi benteng utama perlindungan PMI,” tegas Mukhtarudin.


Dari sisi akademik, Universitas Indonesia menyatakan kesiapan mencetak talenta global melalui UI Migrant Center yang rencananya akan diresmikan pada 2 Februari 2026. Pusat ini dirancang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dan menjadi simpul pengembangan kapasitas, riset, serta inovasi migrasi tenaga kerja.


Sementara itu, Pemerintah Kota Depok melangkah maju dengan menginisiasi program Depok Maju Go Global, menjadikan Depok sebagai kota percontohan penyiapan dan penempatan PMI berkualitas.


Kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan institusi akademik ini diharapkan mampu menghadirkan ekosistem penempatan PMI yang terintegrasi, sekaligus memperkuat posisi pekerja migran Indonesia sebagai tenaga kerja terampil, profesional, dan bermartabat di pasar global.(bud)

Kolaborasi Tripartit Perkuat Ekosistem PMI Terampil dan Terlindungi


Depok,MigrantBisa – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menggandeng Universitas Indonesia (UI) dan Pemerintah Kota Depok dalam membangun ekosistem Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.


Kolaborasi strategis ini menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan 500 ribu PMI profesional pada tahun 2026, sekaligus memperkuat tata kelola migrasi kerja yang aman, prosedural, dan bermartabat.


Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa perlindungan PMI harus dimulai dari hulu. Menurutnya, peningkatan kompetensi merupakan fondasi utama keselamatan dan martabat pekerja migran di luar negeri.


“Ke depan, tidak boleh lagi ada PMI yang berangkat tanpa kompetensi. Pelatihan vokasi, sertifikasi, serta penguasaan bahasa menjadi benteng utama perlindungan PMI,” tegas Mukhtarudin.


Dari sisi akademik, Universitas Indonesia menyatakan kesiapan mencetak talenta global melalui UI Migrant Center yang rencananya akan diresmikan pada 2 Februari 2026. Pusat ini dirancang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dan menjadi simpul pengembangan kapasitas, riset, serta inovasi migrasi tenaga kerja.


Sementara itu, Pemerintah Kota Depok melangkah maju dengan menginisiasi program Depok Maju Go Global, menjadikan Depok sebagai kota percontohan penyiapan dan penempatan PMI berkualitas.


Kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan institusi akademik ini diharapkan mampu menghadirkan ekosistem penempatan PMI yang terintegrasi, sekaligus memperkuat posisi pekerja migran Indonesia sebagai tenaga kerja terampil, profesional, dan bermartabat di pasar global.(bud)