Migrant Bisa


 Jakarta,MigrantBisa – Direktorat Siber menggelar Rapat Monitoring, Evaluasi, dan Rencana Kerja Internal pada Kamis (8/1/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Siber dan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan anggaran serta program kerja Direktorat Siber Tahun 2026.


Rapat ini difokuskan pada tindak lanjut arahan pimpinan sekaligus penguatan kesiapan organisasi menghadapi dinamika ancaman kejahatan siber yang terus berkembang. Sejumlah strategi penguatan disepakati untuk memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dan pekerja, khususnya dari modus penipuan digital.


Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi evaluasi tata kelola kegiatan, optimalisasi pemanfaatan data dan informasi, serta peningkatan akurasi fakta dan kualitas analisa dalam setiap penanganan kasus siber.


Selain itu, Direktorat Siber juga menekankan pentingnya penguatan fungsi deteksi dini (early detection) dan peringatan dini (early warning) sebagai langkah preventif untuk meminimalisir potensi kerugian masyarakat akibat kejahatan siber.


Dalam rapat tersebut turut dibahas perencanaan kerja berbasis prioritas dan sasaran lokasi, agar setiap pelaksanaan kegiatan benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan. Efisiensi kerja juga menjadi perhatian melalui penyesuaian analisis beban kinerja guna mendukung output yang lebih optimal.


Direktur Siber mengapresiasi seluruh jajaran atas kerja keras dan inovasi yang telah dilakukan dalam meningkatkan kinerja serta citra positif direktorat melalui berbagai kanal informasi.

Ke depan, Direktorat Siber berkomitmen untuk terus bergerak cepat, adaptif, dan proaktif dalam menghadapi tantangan digital demi mewujudkan keamanan siber nasional serta perlindungan optimal bagi masyarakat dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).(bud)

Direktorat Siber Gelar Rapat Monev dan Rencana Kerja 2026, Fokus Penguatan Deteksi Dini Kejahatan Siber


 Jakarta,MigrantBisa – Direktorat Siber menggelar Rapat Monitoring, Evaluasi, dan Rencana Kerja Internal pada Kamis (8/1/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Siber dan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan anggaran serta program kerja Direktorat Siber Tahun 2026.


Rapat ini difokuskan pada tindak lanjut arahan pimpinan sekaligus penguatan kesiapan organisasi menghadapi dinamika ancaman kejahatan siber yang terus berkembang. Sejumlah strategi penguatan disepakati untuk memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dan pekerja, khususnya dari modus penipuan digital.


Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi evaluasi tata kelola kegiatan, optimalisasi pemanfaatan data dan informasi, serta peningkatan akurasi fakta dan kualitas analisa dalam setiap penanganan kasus siber.


Selain itu, Direktorat Siber juga menekankan pentingnya penguatan fungsi deteksi dini (early detection) dan peringatan dini (early warning) sebagai langkah preventif untuk meminimalisir potensi kerugian masyarakat akibat kejahatan siber.


Dalam rapat tersebut turut dibahas perencanaan kerja berbasis prioritas dan sasaran lokasi, agar setiap pelaksanaan kegiatan benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan. Efisiensi kerja juga menjadi perhatian melalui penyesuaian analisis beban kinerja guna mendukung output yang lebih optimal.


Direktur Siber mengapresiasi seluruh jajaran atas kerja keras dan inovasi yang telah dilakukan dalam meningkatkan kinerja serta citra positif direktorat melalui berbagai kanal informasi.

Ke depan, Direktorat Siber berkomitmen untuk terus bergerak cepat, adaptif, dan proaktif dalam menghadapi tantangan digital demi mewujudkan keamanan siber nasional serta perlindungan optimal bagi masyarakat dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).(bud)