Tingginya Biaya Penempatan Majikan Enggan Rekrut Pekerja Migrant Asing
Sejak dibukanya gelombang kedua penerimaan pekerja migran asing (PMA) di Taiwan pada 15 Februari lalu, baru belasan orang pekerja di sektor informal di bidang Pekerja rumah tangga (PRT) tiba di Taiwan...
Berkurangnya jumlah kedatangan pekerja di sector informal, dikarenakan banyak majikan merasa kecewa atau enggan serta tidak mampu membayar tingginya biaya perekrutan pekerja migran....
Menurut ketua Asosiasi majikan pekerja rumah tangga (PRT) dan Penyandang Cacat Taiwan, Chang Heng-yuan mengatakan, banyak dari majikan di Taiwan juga memiliki perekonomian standar. Mereka harus bekerja keras agar dapat membayar pekerja yang merawat orang tua / keluarga mereka di rumah.
Tingginya biaya perekrutan dan biaya karantina, juga memberatkan para majikan yang ingin merekrut pekerja migran. Sehingga mengakibatkan, banyak para majikan yang memilih untuk tidak lagi mengambil pekerja dan mengirimkan orang tua mereka ke panti jompo.
Pada saat ini untuk biaya perekrutan pekerja migran informal, majikan harus mengeluarkan dana sebesar NTD 50.000 – NTD 70.000..Belum lagi harus menanggung biaya karantina, yang sekarang lebih ringan sejak pemerintah Taiwan mengurangi masa karantina wajib dari 14 plus 7 menjadi 10 plus 7 pada 7 Maret lalu. Dengan pengurangan ini diharapkan menjadi salah satu factor mempermudah masukanya PMI informal.
Permasalahan pekerja migran ibarat sengkarut gunung es, yang tak pernah ada habisnya. Di tengah terus berkurangnya jumlah pekerja sector informal..
Jaringan Pemberdayaan Migran di Taiwan (MENT) dan perwakilan pekerja Migran terus mendesak pemerintah Taiwan menuntut perbaikan kondisi kerja bagi pekerja rumah tangga (PRT). Pemerintah Taiwan terus didesak agar membuat undang-undang (UU) untuk pekerja migran rumah tangga dan memberikan perlindungan karena PRT tidak di bawah naungan Undang-Undang Standar Tenaga Kerja di Taiwan.
Dengan menurunnya jumlah perekrutan, tentunya akan berdampak bagi nasib CPMI yang telah menunggu lama di penampungan, yang selama ini mendekap mimpi untuk dapat mencari rezeki di Taiwan....( Temon klik )
