Kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai masukan dan kebutuhan pembangunan di daerah. Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi, mulai dari sektor lingkungan, pertanian, peternakan, hingga infrastruktur.
Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah keluhan para peternak lele terkait tingginya harga pakan ikan yang terus meningkat. Kondisi tersebut dinilai mengurangi keuntungan usaha dan membebani para peternak.
Menanggapi hal itu, Nurhadi menawarkan solusi berbasis lingkungan melalui pengembangan budidaya maggot sebagai alternatif pakan ikan yang lebih ekonomis. Menurutnya, maggot tidak hanya memiliki nilai gizi yang baik untuk pakan ternak dan ikan, tetapi juga mampu membantu mengurangi sampah organik rumah tangga.
“Budidaya maggot dapat menjadi solusi ganda. Selain menekan biaya pakan bagi peternak, juga membantu pengelolaan sampah organik sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat,” kata Nurhadi.
Selain persoalan peternakan, warga juga mengusulkan perbaikan jalan lingkungan, peningkatan saluran irigasi, serta penataan jaringan listrik demi mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi desa.
Nurhadi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian dan bahan perjuangan dalam pelaksanaan tugasnya di DPR RI.
“Masukan dari masyarakat sangat penting sebagai dasar dalam mendorong kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga.(bud)

.jpeg)