Migrant Bisa

 

Tulungagung,MigrantBisaBank Mandiri berkolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar seminar kewirausahaan bertajuk “Menjadi Pengusaha di Negeri Sendiri”, Kamis (12/3/2026), di Crown Victoria Hotel Tulungagung.


Kegiatan ini diikuti oleh para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta keluarga PMI yang berasal dari Tulungagung maupun dari luar daerah. Seminar tersebut menghadirkan sejumlah materi penting, di antaranya Kewirausahaan PMI, peluang dan regulasi usaha peternakan, akses permodalan melalui KUR dan KUM Mandiri, hingga praktik usaha ternak ayam petelur.


Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif (KPUP) di bawah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Sukarman mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pelatihan kewirausahaan bagi purna PMI dan keluarganya untuk memulai usaha di daerah asal.


Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan mengubah pola pikir dari pekerja (employee) menjadi wirausahawan (entrepreneur).


“Ini adalah pelatihan wirausaha pemula bagi purna PMI dan keluarganya di Tulungagung. Tujuannya untuk mengubah mindset dari DNA employee menjadi DNA entrepreneur agar mereka bisa menjadi wirausahawan perintis yang handal,” ujar Sukarman.


Ia menambahkan, bagi peserta yang sudah memiliki usaha, pelatihan ini diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha agar naik kelas, mulai dari usaha rumah tangga mikro menjadi usaha kecil hingga menengah yang lebih mapan.


Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun ekosistem kewirausahaan baru bagi para perintis usaha di Tulungagung dan sekitarnya, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.


“Harapannya teman-teman peserta bisa memiliki usaha yang terus berkembang, menciptakan lapangan kerja baru, dan tidak perlu lagi bekerja ke luar negeri berulang kali. Remitansi yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk sektor-sektor produktif dan meningkatkan ekonomi lokal,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana menyampaikan pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut, terutama karena Tulungagung merupakan salah satu daerah dengan jumlah PMI terbesar di Jawa Timur.

“Kami dari BP3MI Jawa Timur sebagai unit pelaksana teknis dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sangat mendukung kegiatan ini, apalagi dilakukan di Tulungagung yang merupakan salah satu kantong PMI terbesar di Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak berhenti pada seminar saja, namun akan dilanjutkan dengan pembinaan dan pendampingan usaha secara berkelanjutan.


“Harapannya setelah kegiatan ini akan ada tindak lanjut berupa pembinaan terus-menerus, sehingga para calon maupun purna pekerja migran di Tulungagung bisa benar-benar menjadi pengusaha dan mandiri secara ekonomi,” katanya.

Di sisi lain, Senior Relationship Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rio Pandu W mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bank Mandiri untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Melalui kegiatan ini kami berkesempatan menyelenggarakan program dengan tema ‘Menjadi Pengusaha di Negeri Sendiri’ yang menghadirkan kolaborasi dua kementerian, yaitu Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Pertanian,” ujarnya.


Menurutnya, salah satu fokus yang diperkenalkan dalam seminar tersebut adalah peluang usaha peternakan ayam petelur, yang dinilai memiliki potensi besar di Tulungagung.


“Di Tulungagung banyak purna PMI maupun keluarga PMI yang ingin memulai usaha. Salah satu peluang yang kami perkenalkan adalah usaha peternakan ayam petelur karena potensinya cukup besar di daerah ini,” katanya.


Melalui kegiatan tersebut, Bank Mandiri berharap para purna PMI dapat memanfaatkan peluang usaha di dalam negeri dengan dukungan pembiayaan perbankan serta pendampingan dari pemerintah.(bud)

Bank Mandiri Kolaborasi dengan Dua Kementerian Gelar Seminar “Menjadi Pengusaha di Negeri Sendiri” untuk Purna PMI

 

Tulungagung,MigrantBisaBank Mandiri berkolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar seminar kewirausahaan bertajuk “Menjadi Pengusaha di Negeri Sendiri”, Kamis (12/3/2026), di Crown Victoria Hotel Tulungagung.


Kegiatan ini diikuti oleh para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta keluarga PMI yang berasal dari Tulungagung maupun dari luar daerah. Seminar tersebut menghadirkan sejumlah materi penting, di antaranya Kewirausahaan PMI, peluang dan regulasi usaha peternakan, akses permodalan melalui KUR dan KUM Mandiri, hingga praktik usaha ternak ayam petelur.


Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif (KPUP) di bawah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Sukarman mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pelatihan kewirausahaan bagi purna PMI dan keluarganya untuk memulai usaha di daerah asal.


Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan mengubah pola pikir dari pekerja (employee) menjadi wirausahawan (entrepreneur).


“Ini adalah pelatihan wirausaha pemula bagi purna PMI dan keluarganya di Tulungagung. Tujuannya untuk mengubah mindset dari DNA employee menjadi DNA entrepreneur agar mereka bisa menjadi wirausahawan perintis yang handal,” ujar Sukarman.


Ia menambahkan, bagi peserta yang sudah memiliki usaha, pelatihan ini diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha agar naik kelas, mulai dari usaha rumah tangga mikro menjadi usaha kecil hingga menengah yang lebih mapan.


Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun ekosistem kewirausahaan baru bagi para perintis usaha di Tulungagung dan sekitarnya, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.


“Harapannya teman-teman peserta bisa memiliki usaha yang terus berkembang, menciptakan lapangan kerja baru, dan tidak perlu lagi bekerja ke luar negeri berulang kali. Remitansi yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk sektor-sektor produktif dan meningkatkan ekonomi lokal,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana menyampaikan pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut, terutama karena Tulungagung merupakan salah satu daerah dengan jumlah PMI terbesar di Jawa Timur.

“Kami dari BP3MI Jawa Timur sebagai unit pelaksana teknis dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sangat mendukung kegiatan ini, apalagi dilakukan di Tulungagung yang merupakan salah satu kantong PMI terbesar di Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak berhenti pada seminar saja, namun akan dilanjutkan dengan pembinaan dan pendampingan usaha secara berkelanjutan.


“Harapannya setelah kegiatan ini akan ada tindak lanjut berupa pembinaan terus-menerus, sehingga para calon maupun purna pekerja migran di Tulungagung bisa benar-benar menjadi pengusaha dan mandiri secara ekonomi,” katanya.

Di sisi lain, Senior Relationship Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rio Pandu W mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bank Mandiri untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Melalui kegiatan ini kami berkesempatan menyelenggarakan program dengan tema ‘Menjadi Pengusaha di Negeri Sendiri’ yang menghadirkan kolaborasi dua kementerian, yaitu Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Pertanian,” ujarnya.


Menurutnya, salah satu fokus yang diperkenalkan dalam seminar tersebut adalah peluang usaha peternakan ayam petelur, yang dinilai memiliki potensi besar di Tulungagung.


“Di Tulungagung banyak purna PMI maupun keluarga PMI yang ingin memulai usaha. Salah satu peluang yang kami perkenalkan adalah usaha peternakan ayam petelur karena potensinya cukup besar di daerah ini,” katanya.


Melalui kegiatan tersebut, Bank Mandiri berharap para purna PMI dapat memanfaatkan peluang usaha di dalam negeri dengan dukungan pembiayaan perbankan serta pendampingan dari pemerintah.(bud)