Migrant Bisa


Blitar,MigntBisa — Pasar Hortikultura dan Kontes Durian Lokal 2026 yang digelar di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menjadi momentum penting dalam upaya promosi dan peningkatan kualitas durian lokal hasil petani di lereng Gunung Kelud.


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 24–25 Januari 2026 tersebut, diikuti oleh 15 petani durian asal Blitar dan daerah sekitarnya. Selain menjual hasil panen secara langsung kepada pengunjung, para peserta juga mengikuti kontes durian terbaik yang bertujuan sebagai evaluasi mutu serta peningkatan daya saing produk lokal.


Melalui ajang ini, panitia berharap dapat melahirkan varietas durian unggulan yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional hingga internasional.


Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Jairi Irawan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai Festival Durian Lokal memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


“Pada hari pertama pelaksanaan saja, omzet setiap stan bisa mencapai sekitar Rp10 juta,” ujar Jairi.

Ia menambahkan, perputaran ekonomi selama festival berlangsung cukup luas karena melibatkan berbagai UMKM di sekitar lokasi, mulai dari pedagang hasil pertanian, kuliner, hingga produk olahan lokal.


Jairi juga mendorong agar Festival Durian Lokal dapat dijadikan agenda tahunan. Hal ini sejalan dengan potensi Desa Sumberasri yang berada di lereng Gunung Kelud dan dikenal sebagai salah satu sentra durian unggulan di Kabupaten Blitar.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, festival tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi durian lokal Blitar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(bud)

Festival Durian Lokal Blitar Tingkatkan Omzet Petani hingga Rp10 Juta per Stan


Blitar,MigntBisa — Pasar Hortikultura dan Kontes Durian Lokal 2026 yang digelar di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menjadi momentum penting dalam upaya promosi dan peningkatan kualitas durian lokal hasil petani di lereng Gunung Kelud.


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 24–25 Januari 2026 tersebut, diikuti oleh 15 petani durian asal Blitar dan daerah sekitarnya. Selain menjual hasil panen secara langsung kepada pengunjung, para peserta juga mengikuti kontes durian terbaik yang bertujuan sebagai evaluasi mutu serta peningkatan daya saing produk lokal.


Melalui ajang ini, panitia berharap dapat melahirkan varietas durian unggulan yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional hingga internasional.


Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Jairi Irawan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai Festival Durian Lokal memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


“Pada hari pertama pelaksanaan saja, omzet setiap stan bisa mencapai sekitar Rp10 juta,” ujar Jairi.

Ia menambahkan, perputaran ekonomi selama festival berlangsung cukup luas karena melibatkan berbagai UMKM di sekitar lokasi, mulai dari pedagang hasil pertanian, kuliner, hingga produk olahan lokal.


Jairi juga mendorong agar Festival Durian Lokal dapat dijadikan agenda tahunan. Hal ini sejalan dengan potensi Desa Sumberasri yang berada di lereng Gunung Kelud dan dikenal sebagai salah satu sentra durian unggulan di Kabupaten Blitar.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, festival tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi durian lokal Blitar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(bud)